DAFTAR MENU

Tampilkan postingan dengan label SIMAK UI 2010. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SIMAK UI 2010. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juli 2023

PEMBAHASAN SIMAK UI ---TAHUN 2010 ---BAG.7

1. Masalah kependudukan yang dihadapi Provinsi Papua dan Papua Barat terutama menyangkut ....

a.     jumlahnya yang besar, kualitasnya yang rendah, dan lokasi permukimannya yang terpencar-pencar
b.     kualitasnya yang rendah, pertumbuhannya yang tinggi, dan jumlahnya yang terbatas
c.     jumlahnya yang terbatas dan terkonsentrasi di pedesaan serta pertumbuhannya yang tinggi
d.     jumlah dan kepadatannya yang terbatas, kualitasnya yang rendah, dan lokasinya yang tersebar di pedalaman 
e.     kepadatan dan kualitasnya yang rendah, pertumbuhannya yang tinggi, dan lokasinya yang tersebar di pedalaman

PEMBAHASAN: 

Berdasarkan data BPS 2019-2021. Rendahnya angka kelahiran, fasilitas kesehatan kurang, kondisi wilayah papua yang terpencil dan angka harapan hidup yang masih tergolong rendah.


2. Daerah Z ketinggiannya 550 meter di atas permukaan laut. Oleh karena itu, suhunya diperkirakan sekitar ....

a.     19°C
b.     20°C
c.     21°C
d.     22°C 
e.     23°C

PEMBAHASAN: 

Suhu (t°c)= 26,3°c- (h/100)x 0,6°c

=26,3°c- ((550/100) x 0,6°c)

=26,3°c- 3,3°c

=23°c


3. Usaha terpenting untuk mencapai keserasian pembangunan antarkota adalah dengan cara meningkatkan ....

a.     perpindahan penduduk
b.     hubungan perdagangan antarkota
c.     pertukaran tenaga kerja antarkota
d.     sarana transportasi antarkota 
e.     usaha memperbanyak areal penghijauan

PEMBAHASAN: 

Mendukung terciptanya keserasian pembangunan wilayah-wilayah dapat ditandai dengan pembangunan infrastruktur untuk mendukung aksesibilitas dalam bermobilisasi.


4. Flora di wilayah Indonesia bagian tengah memiliki karakteristik, yaitu ....

a.     pada musim kemarau daunnya gugur
b.     pada musim hujan daunnya menghijau
c.     tinggi pohonnya lebih rendah dari di Indonesia bagian Barat
d.     hutannya bersifat homogen 
e.     hutannya bersifat heterogen

PEMBAHASAN: 

gbr by wikipedia


5. Pembuatan parit-parit lebar pada areal persawahan tanah gambut di Kalimantan bertujuan untuk ....

a.     memperluas pelayanan irigasi
b.     mengurangi kemasaman tanah
c.     jalur transportasi
d.     menghambat tumbuhnya tanaman pengganggu 
e.     mengurangi penyebaran penyakit

PEMBAHASAN: 

Saluran irigasi/ drainase dibuat untuk membuang kelebihan air, mencuci sebagian besar asam-asam organik dan menciptakan keadaan tidak jenuh untuk pernapasan akar tanaman.


6. Kali Serayu yang mengalir dari Wonosobo-Banjarnegara-Klampok-Banyumas dan bermuara di Cilacap, berdasarkan arah alirannya terhadap lereng, disebut ....

a.     sungai obsekuen
b.     sungai insekuen
c.     sungai resekuen
d.     sungai konsekuen 
e.     sungai subsekuen

PEMBAHASAN: 

sungai konsekuen merupakan sungai yang mengalir searah dengan kemiringan lereng.


7. Tanggal 30 September 2009 telah terjadi gempa bumi di Ranah Minang dengan kekuatan 7,6 Skala Richter. Kejadian gempa bumi ini dapat dikaji dengan pendekatan ....

a.     ekologi
b.     ekosistem
c.     lingkungan
d.     korologi 
e.     kompleks wilayah

PEMBAHASAN: 

Pendekatan Kompleks wilayah merupakan gabungan dari pendekatan keruangan dan pendekatan lingkungan. 


8. Ternak sapi dan domba di Indonesia paling cocok diusahakan di daerah yang bertipe iklim Am menurut klasifikasi Iklim Koppen. S

SEBAB

Menurut Koppen tipe iklim Am merupakan tipe iklim daerah steppa dengan padang rumput yang luas. S

PEMBAHASAN:

Klasifikasi Iklim Koppen tipe iklim A--->>

-Af= Hujtan hujan tropis/heterogen

-Aw= Sabana/padang rumput (ada pohon)----- untuk ternak.

-Am= Hutan Musim/homogen


9. Upaya pemulihan lahan kritis melalui metode vegetative dapat dilakukan dengan cara ....

1.     crop rotation
2.     reboisasi
3.     contour planting 
4.     selection felling

PEMBAHASAN: 

Upaya mempertahankan lahan tetap potensial dengan metode vegetatif--->>

-strip cropping=tegak lurus terhadap aliran air/arah angin
-countur strip cropping (countur planting)=  menanam sejajar garis kontur
-buffering= menanam tanaman keras dilereng yang miring
-windbreaks= menanam untuk mengurangi kecepatan angin yang merusak tanaman pertanian
-crop rotation= tanaman bergilir
-reboisasi 
-pagar hidup


10. Pada perairan danau/situ, semakin dalam ke arah dasar danau/situ, maka ....

1.     kandungan oksigen terlarut semakin bertambah
2.     kandungan oksigen terlarut semakin berkurang
3.     temperatur air semakin panas 
4.     kandungan bahan organik semakin berkurang

PEMBAHASAN: 

Kondisi perairan semakin ke dasar---->

-suhu semakin dingin
-tekanan semakin tinggi 
-kandungan oksigen terlarut semakin sedikit


11. Kota yang berasal dari kegiatan perkebunan kemudian berkembang menjadi besar karena difungsikannya kota tersebut sebagai pusat administrasi, pusat pelayanan jasa, pusat perdagangan, dan kegiatan industri adalah Kota ....

1.     Batam
2.     Cilegon
3.     Bekasi 
4.     Bandung

PEMBAHASAN: 

-Batam=pertanian musiman jadi kota industri industri
-Cilegon=pertanian jadi industri baja
-Bekasi= pertanian 
-Bandung= komoditas pertanian dan perkebunan pangan.

 

12. Struktur keruangan Kota X memperlihatkan pola sektoral. Hal ini berarti ....

1.     kota X hanya memiliki satu pusat
2.     kota X berkembang pada medan datar yang luas
3.     ada pelayanan transportasi yang merata ke semua bagian kota X 
4.     terdapat perbedaan selera penduduk kota X dalam memilih lokasi

PEMBAHASAN: 

Pola Sektoral (Homer Hoyt)--->> berdasarkan sewa/harga tanah.

Senin, 10 Juli 2023

PEMBAHASAN SIMAK UI ---TAHUN 2010 ---BAG.6

1. Salah satu asumsi yang digunakan dalam Teori Lokasi Industri oleh Alfred Weber adalah ....

a.     produk yang dihasilkan memerlukan daerah pasaran yang luas
b.     biaya pengangkutan barang lebih murah daripada pengangkutan bahan baku
c.     biaya transportasi dapat ditentukan berdasarkan fungsi dari berat produk dan jarak
d.     bahan baku yang dibutuhkan dapat tahan lama 
e.     banyak dibutuhkan tenaga kerja yang murah

PEMBAHASAN: 

Asumsi yang digunakan Alfred Weber dalam teorinya adalah meminimalkan biaya.


2. Kenampakan pematang pantai yang terdapat di dataran endapan pantai memiliki potensi fisik sebagai lokasi permukiman karena ....

a.     mudah dijangkau dan terhindar dari risiko genangan
b.     air tanahnya tawar dan terhindar dari risiko wabah malaria
c.     terhindar dari risiko genangan dan wabah malaria
d.     air tanahnya tawar dan terhindar dari risiko genangan 
e.     tanahnya subur dan lokasinya mudah dijangkau

PEMBAHASAN: 

Wilayah pantai yang dimanfaatkan sebagai wilayah permukiman reliefnya landai, pondasi kokoh, dan jaringan jalan.


3. Jumlah penduduk kota A 25.000 jiwa, dan penduduk kota B 75.000 jiwa. Jarak kedua kota tersebut 80 km. Berdasarkan Teori Titik Henti (Breaking Point Theory), maka pusat pelayanan yang paling strategis antara kedua kota tersebut berjarak ... dari kota A.

a.     29,28 km
b.     46,19 km
c.     47,19 km
d.     50,72 km 
e.     51,56 km

PEMBAHASAN: 

Titik Henti (Breaking point Theori)= 



D= 80 km/ (1 + 1,73)= 29,3


4. Aplikasi penginderaan jauh yang diintegrasikan dengan sistem informasi geografis dapat digunakan untuk mengkaji berbagai fenomena hidrologis, KECUALI ....

a.     identifikasi total suspended particle matter (TSPM)
b.     estimasi simpanan air dalam danau/waduk
c.     estimasi kelembaban tanah
d.     estimasi kedalaman perairan laut dangkal 
e.     estimasi debit air sungai

PEMBAHASAN: 

Karena Suspended Particulate Matter (SPM) adalah polutan berbahaya yang umumnya diakibatkan oleh kontribusi bahan buanngan dari asap kendaraaan dan mesin pabrik. Lebih ke penanganan udara (Atmosfer).


5. Faktor yang bukan menjadi penyebab timbulnya kutub panas di kota-kota besar adalah ....

a.     wetland area
b.     kepadatan lalu lintas
c.     daerah terbangun
d.     aktivitas penduduk 
e.     kegiatan industry

PEMBAHASAN:

Kutub panas (heatland) terjadi akibat aktivitas masyarakat yang merusak lingkungan, kegiatan industri, kepadatan lalulintas, penggundulan hutan untuk membuat daerah terbangun yang menyebabkan daerah resapan air berkurang. Sehingga suhu udara menjadi lebih tinggi.


6. Curah hujan di Pulau Sumatera memperlihatkan pola keruangan sebagai berikut, KECUALI ....

a.     hujan tahunan di Sibolga lebih besar dibanding hujan di Medan
b.     hujan tahunan di Danau Toba lebih besar dibanding hujan di Danau Ranau
c.     hujan tahunan di Banda Aceh lebih besar dibanding hujan di Lampung
d.     hujan tahunan di Palembang lebih besar dibanding hujan di Muaraenim 
e.     hujan tahunan di Dumai lebih besar dibanding hujan di Bakauhuni

PEMBAHASAN: 

Pola keruangan Curah hujan Di Indonesia, semakkin ke timur hujan semakin sedikit. Untuk Palembang dan Muaraenim berdasarkan BMKG memperoleh curah hujan yang sama yaitu Rendah.


7. Relief permukaan bumi di Pulau Jawa lebih kompleks dibandingkan dengan permukaan bumi di Kalimantan. B

SEBAB

Gunung api di Jawa lebih banyak dan wilayah datarannya lebih sempit. B

PEMBAHASAN:

Ada hubungannya.

Perbandingannya Pulau Jawa dilalui oleh Sirkum Mediterania baik itu busur luar dan busur dalam, menyebabkan Pulau Jawa lebih aktif/ sering terjadi gempa dan aktivitas gunung api. Sedangkan Pulau Kallimantan, Wilayah ini relatif lebih stabil karena tidak dilalui Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik.


8. Tinggi rendahnya endapan lumpur akan menentukan keberlangsungan ekosistem mangrove. B

SEBAB

Ekosistem mangrove tersebar luas di pantai barat Sumatera. S

PEMBAHASAN:

Endapan lumpur semakin tinggi maka pertumbuhan dan perkembanngan mangrove meningkat, Proses Sedimentasi ini biasanya berada pada wilayah pantai yang relatif lebih tenang.


9. Sumberdaya ikan di Jepang sangat berlimpah. B

SEBAB

di Jepang terdapat pertemuan arus Oyashiwo dan arus Kuroshiwo. B

PEMBAHASAN:

Ada hubungan.

Akibat dari pertemuan arus panas (Kuroshiwo) dan arus dingin (Oyashiwo) di Jepang terdapat banyak Sumber daya ikan. Air hangat, perkembangan plankton dan klorofil meningkat.


10. Obyek studi formal geografi adalah cara pandang dan cara berpikir mengenai obyek material yang melihat fenomena-fenomena yang terjadi di muka bumi dari sudut pandang keruangan. Beberapa hal pokok dalam mempelajari obyek formal geografi adalah ....

1.     pola persebaran fenomena di permukaan bumi
2.     interaksi dan integrasi antarfenomena
3.     perkembangan yang terjadi pada fenomena tersebut, baik dalam wilayah sendiri maupun antarwilayah 
4.     penggunaan metode kuantitatif dalam analisis

PEMBAHASAN: 

Objek formal/pendekatan geografi ada tiga yaitu pendekatan keruangan, pendekatan kelingkungang dan pendekatan kompleks wilayah.


11. Ciri-ciri kehidupan tradisional di wilayah rawa adalah ....

1.     pemanfaatan sumber air bersih yang berasal dari hujan
2.     kegiatan menanam di dekat alur sungai
3.     penanaman sagu 
4.     pengembangan persawahan pasang surut pada rawa yang airnya berwarna merah

PEMBAHASAN: 

Wilayah rawa/gambut/organik/organosol= wilayah yang PH tanahnya rendah (asam) karena air rawa tidak mengalir/tergenang, tidak subur/ kurang baik untuk pertanian, memanfaatkan air hujan sebagai air bersih.


12. Kota yang pada awal perkembangannya merupakan pusat perkebunan adalah ....

1.     Ambarawa
2.     Deli Serdang
3.     Subang 
4.     Pangkal Pinang

PEMBAHASAN: 

-Ambarawa= kopi
-Deli serdang= kelapa sawit, karet
-Subang= karet 
-Pangkal Pinang= tambang timah

Minggu, 09 Juli 2023

PEMBAHASAN SIMAK UI ---TAHUN 2010 ---BAG.5

1. Kuatnya erosi pada suatu DAS dapat diidentifikasi dari keadaan ....

a.       delta di muara sungai
b.       kejernihan air sungai yang mengalir
c.       hutan gundul
d.       bentuk palung sungai 
e.       derasnya aliran

PEMBAHASAN: 

Proses Erosi/pengikisan dipengaruhi oleh ketinggian tempat, kemiringan lereng, volume dan debit air sungai.


2. Faktor utama yang berpengaruh terhadap kenyamanan dan keamanan pelayaran laut adalah ....

a.       kedalaman dan arus laut
b.       kedalaman dan gelombang laut
c.       arus dan gelombang laut
d.       arus laut dan suhu air laut 
e.       gelombang dan suhu air laut

PEMBAHASAN: 

Kenyamanan dan keamanan pelayaran laut tergantung pada keadaan permukaan lautnya(ada angin, arus dan gelombang laut).


3. Daerah konvergensi antar tropik (DKAT) merupakan tempat ....

a.       terbentuknya badai tropis
b.       bersuhu terendah
c.       tujuan utama gerakan angin
d.       terjadinya gerakan angin memutar 
e.       terjadinya gerakan udara turun

PEMBAHASAN: 

DKAT/ equator thermal adalah wilayah yang mempunyai suhu lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya, letaknya berpindah setiap 14 hari sekali.

Suhu berbanding terbalik dengan tekanan udara, dan dikaitkan dengan angin.


4. Berikut ini adalah kota-kota yang tumbuh dan berkembang dari pertambangan, yaitu ....

a.       Rejang Lebong, Singkawang, dan Wonokromo
b.       Yogyakarta, Sidoarjo, dan Tarakan
c.       Cepu, Wonokromo, dan Cirebon
d.       Bandung, Cilacap, dan Padang Pariaman 
e.       Bengkalis, Siak, dan Bogor

PEMBAHASAN: 

Cepu, Wonokromo dan Cirebon= minyak bumi


5. Pola persebaran permukiman desa-desa di pegunungan pada umumnya ....

a.       terpencar
b.       teratur
c.       memanjang
d.       sejajar jalan 
e.       melebar

PEMBAHASAN: 

Pola pemukiman desa ditentukan oleh topografi, potensi air, kesuburan tanah, iklim dan jaringan jalan.


6. Penduduk yang biasa memanfaatkan air hujan sebagai sumber air bersih (air minum) terutama dijumpai di daerah ....

a.       dataran tinggi Dieng
b.       perbukitan endapan tersier Serayu Selatan
c.       dataran alluvial pantai utara Jawa Barat
d.       daerah dataran pantai timur Riau 
e.       daerah vulkanik Sumatera Barat

PEMBAHASAN: 

Daerah yang biasa memanfaatkan air hujan sebagai air bersih (air minum) adalah daerah yang potensi curah hujannya rendah, daerah perairan sedikit dan relatif kering.


7. Maksud dari pendekatan regional penentuan lokasi industri menurut perspektif geografi adalah ....

a.       menjelaskan potensi pasar untuk industri tertentu
b.       penempatan suatu industri pada lokasi tertentu mempunyai arti penting bagi perkembangan industri itu sendiri
c.       bahan mentah merupakan faktor penting dalam penempatan industri
d.       ketersediaan tenaga kerja merupakan faktor utama dalam penempatan lokasi industri
e.       mengkaji penyebab suatu industri berada di lokasi tertentu

PEMBAHASAN: 

Pendekatan regional/wilayah dalam penentuan lokasi industri menurut kacamata geografi dilihat dari ketersediaan Modal, bahan baku, lokasi pasar, ketersediaan tenaga kerja, aksesibilitas, biaya angkut dan teknologi.


8. Industrial region banyak tumbuh dan berkembang di pinggiran Jakarta yang memiliki aksesibilitas tinggi. B

SEBAB

Industrial region dikendalikan pemerintah pusat. S

PEMBAHASAN:

Daerah industri atau industri region untuk kebijakan dikembalikan ke pemerintah daerah dan diawasi oleh pemerintah pusat.


9. Penduduk negara bagian Alaska memiliki komposisi etnis yang berbeda dengan negara-negara bagian lainnya di Amerika Serikat. B

SEBAB

Penduduk Alaska terdiri atas orang Eskimo, Indian, dan Aleut yang tergolong penduduk pribumi. S

PEMBAHASAN:

Penduduk asli Alaska atau pribumi Alaska adalah iñupiat, Yupik, Aleut, Eyak, Tlingit, Haida, Tsimshian dan budaya Athabaskan Utara.


10. Pada peta, garis tinggi yang digambar rapat menunjukkan medan terjal, sedangkan yang digambar jarang menunjukkan medan datar. B

SEBAB

Garis tinggi merupakan proyeksi pada bidang lengkung. S

PEMBAHASAN:

Garis tinggi/ garis kontur pada peta topografi. (rapat=terjal; renggang/jarang= landai). Garis tinggi merupakan pryeksi atau pemindahan dari bidang lengkung (bumi) ke bidang datar (peta).


11. Lereng dan ketersediaan air merupakan faktor pembatas dalam pengolahan tanah untuk budidaya pertanian di daerah pegunungan. S

SEBAB

Kesuburan tanah di daerah pegunungan berkaitan erat dengan kondisi topografis, jenis batuan, dan iklim. B

PEMBAHASAN:

Faktor pembatas yang mempengaruhi budidaya pertanian didaerah pegunungan adalah ketinggian dan kemiringan lereng.


12. Pengukuran debit air sungai disarankan pada alur sungai yang ....

1.       lurus, tidak berbatu, dan berarus deras
2.       lurus, berbatu-batu, dan berarus tenang
3.       agak melengkung, tidak berbatu, dan berarus tenang 
4.       agak melengkung, berbatu-batu, dan berarus deras

PEMBAHASAN: 

Ada empat tahap pengukuran debit sungai yaitu pengukuran penampang melintang pada sungai, mengukur muka air dan kedalaman air, mengukur kecepatan arus dan terakhir perhitungan debit sungai.

Biasanya saat pengukuran debit sungai pengambilan sampel sedimen yang dibutuhkan untuk informasi selain banjir, kekeringan dan potensi sumber daya air. 

Dan Parameter pengangkutan Sedimen ini dipengaruhi oleh tutupan laha, penggunaan lahan, jenis batuan/tanah, kemiringan lahan dan intensitas hujan.

SISTEM PENGINDERAAN JAUH (REMOTE SENSING)

A. PENGERTIAN PENGINDERAAN JAUH Penginderaan jauh ( Remote senshing ) adalah ilmu, seni dan tehnik untuk memperoleh informasi tentang suatu ...